Tugas Reengineering Sendok
Reengineering
Reeenginering proses adalah pemikiran ulang fundamental dan disain ulang radikal suatu proses bisnis organisasi yang akan mengarahkan organisasi untuk mencapai peningkatan kinerja bisnis secara dramatis. Beberapa perusahaan telah menerapkan paradigma inovasi baru ini untuk mencapai berbagai perbaikan dalam biaya, kualitas, dan efisiensi. Bahkan makin banyak perusahaan yang mencari peluang untuk menerapkan proyek reengineering dan metodologi-metodologi yang membantu mereka dalam mencapai usaha-usaha perbaikan tersebut. Pengakuan reengineering sebagai paradigma manajemen baru telah marak di tahun 1990-an, walaupun sebenarnya prinsip-prinsip reengineering telah lama diterapkan sebelumnya. Pada awal tahun 1990-an dunia bisnis semakin tertarik pada reengineering, Praktik-praktik reengineering pada periode 1990-an, sebagian besar ditandai dengan adanya aplikasi proses-proses operasional dan pengukuran operasional waktu, biaya, dan kualitas. Selanjutnya pengembangan proses strategik reengineering terus-menerus dilakukan. Salah satunya harapan yang ingin diperoleh dari pemikiran baru tersebut adalah meninggalkan mikro menuju masalah yang lebih bersifat makro sehingga dapat membantu menghasilkan nilai-nilai usaha reengineering yang jauh lebih besar. Tulisan ini akan menyajikan:1. Konsep reengineering
2. Berbagai masalah dalam reengineering proses bisnis.
3. Metodologi untuk mengorganisasikan aktivitas reengineering.
Siklus fabrikasi merupakan proses mengubah barang mentah menjadi barang siap pakai, dalam prosesnya akan menggunakan alat seperti mesin dan hasil keluaran (output) nantinya dapat bervariasi. Fabrikasi mampu meningkatkan nilai tambah suatu material sehingga dihasilkan suatu barang yang dapat memenuhi keselurhan fungsi sesuai yang diinginkan. Siklus fabrikasi melibatkan berbagai lini produksi, baik itu dari bagian pemasaran dan penjualan sebagai dari fungsi menarik konsumen dan ditribusi produk hingga bagian perencanaan dan pengendalian produksi sebagai dari fungsi proses dan pengawasan. Teknologi fabrikasi modern yang ada saat ini, memudahkan dalam memproduksi berbagai jenis barang, tidak terkecuali sendok plastik. Berdasarkan latar belakang yang telah dibahas sebelumnya, diperoleh rumusan masalah yaitu bagaimana siklus fabrikasi sendok secara keseluruhan dan efektifitas metode injection molding dalam produksi sendok. Tujuan dilakukannya penulisan ini adalah agar mengetahui siklus fabrikasi sendok plastik dari awal hingga akhir kegiatan sehingga tercipta produk yang berkualitas dan kepuasan konsumen.
Bahan Atau Material Sendok
Stainless merupakan bahan yang tepat untuk membuat sendok makan, karena stanless bisa bertahan untuk beberapa waktu yang cukup lama. Stainless adalah baja yang di campur Krom (Cr) dan Nikel (Ni), Baja yang dibuat dengan campuran nikel memiliki tingkat ketahanan korosi yang lebih tinggi dari baja biasa. Campuran dari nikel, krom, dan besi bahkan menghasilkan baja tahan karat yang biasa disebut stainless steel.
Berikut penjelasan tentang krom dan nikel :
- Krom (Cr) adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cr dan nomor atom 24. Khrom digunakan untuk mengeraskan baja, pembuatan baja tahan karat dan membentuk banyak alloy (logam campuran) yang berguna. Kebanyakan digunakan dalam proses pelapisan logam untuk menghasilkan permukaan logam yang keras dan indah dan juga dapat mencegah korosi. Khrom memberikan warna hijau emerald pada kaca.
- Nikel (Ni) adalah unsur kimia dengan lambang Ni dan nomor atomnya adalah 28. Nikel termasuk dalam logam transisi yang keras dan ulet. Secara fisik, Nikel tampak berkilau dengan sedikit warna keemasan. Nikel bersifat ferromagnetik dalam suhu ruangan. Nikel sangat reaktif dengan oksigen. Kandungan nikel yang tinggi biasanya dipastikan berasal dari meteorit. dimana pada sat diluar angkasa, nikel terlindung dari pengaruh oksigen. Nikel di bumi ini biasanya bercampur dengan besi yang berarti harus menggunakan proses khusus untuk memurnikan nikel tersebut. Nikel campuran, yang biasanya bercampur degan besi, memiliki cadangan-cadangan yang bertebaran di pelosok bumi.
- Plastik adalah bahan baru yang semakin berkembang. Dewasa ini, plastik banyak digunakan untuk berbagai macam bahan dasar. Penggunaan plastik dapat dipakai sebagai bahan pengemas, konstruksi, elektroteknik, automotif, mebel, pertanian, peralatan rumah tangga, bahan pesawat, kapal mainan dan lain sebagainya.Penggunaan plastik di berbagai bidang seperti di atas di dasarkan pada alasan bahwa bahan plastik mempunyai keunggulan dibandingkan dengan bahan lain antara lain, seperti tidak mudah berkarat, kuat, tidak mudah pecah, ringan, dan elastis.
Ada beberapa proses yang terjadi pada industri plastik, yaitu bahan dasar biji plastik mengalami pemanasan, kemudian dikirim ke tempat pembentukan. Pembentukan bisa dilakukan dengan berbagai cara antara lain: pencetakan, pengepresan, dan pembentukan dengan pemanasan atau dengan vakum. Setelah mengalami pembentukan, selanjutnya dilakukan proses pendinginan. Proses ini bertujuan agar plastik yang sudah terbentuk tidak mengalami perubahan bentuk. Plastik dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu :
- Thermo Halus adalah plastik yang mempunyai sifat apabila dipanaskan ia akan menjadi halus. Jenis plastik ini sering kita gunakan karena sifat plastik ini mudah dibentuk sesuai keinginan kita.
- Thermo Kasar adalah plastik yamg mempunyai sifat apabila dipanaskan ia akan menjadi keras dan tidak akan menjadi lunak. Jenis plastik ini sering digunakan pada industri-industri besar dan juga digunakan pada pesawat ruang angkasa. Selain pengelompokan plastik seperti di atas, plastik secara komersial dikenal dengan berbagai macam nama. Penamaan ini dibuat berdasarkan bahan penyusunnya.
Jenis-jenis plastik adalah : Polyetheen (PE), Poly Vinyl Chlorida (PVC), Poly Propylen (PP), Poly Methil Meth Acrylaat (PMMA), Acrylonitrit butadieen Styreen (ABS), Poly Amide (PA), Polyester (Cairan pengeras dan perapat), Poly Ethen Three (PET).
Masing-masing jenis plastik di atas mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa karakteristik jenis-jenis plastik.
- Polyetheen lunak, Bersifat mengambang di air, mudah dibentuk, kalau dibakar terjadi tetesan api, asap warna hitam dan bau seperti lilin.
- Poly Methil Meth Acrylaat (PMMA), Bersifat tenggelam di air, mudah terbakar, kalau dibakar terjadi percikan api, bau sedikit manis, dan nyala api kuning kebiru-biruan.
- Polystreen (PS), Bersifat tenggelam di air, mudah terbakar, asap tebal, dan nyala api oranye kekuningan.
- Poly Vyni Chlorida (PVC) lunak, Bersifat tenggelam di air, relatif sulit dibakar, bau menyengat dan menusuk (keasam-asaman) dan mudah dibentuk.
- Poly Vynil Chlorida (PVC) keras, Bersifat tenggelam di air, relatif sulit dibakar, bau menyengat dan menusuk (keasam-asaman) dan susah dibentuk.
Sendok
Sendok adalah alat makan yang memiliki cekungan berbentuk oval atau bulat lonjong di satu ujung dan gagang di ujung lainnya. Sendok dapat terbuat dari berbagai material. Yang paling umum adalah logam, tapi juga pada zaman dulu dari kayu. Ada juga sendok yang terbuat dari plastik, biasanya hanya digunakan sekali dan kemudian dibuang boleh juga disimpan untuk kenang-kenangan,karena sendok yang terbuat dari plastik kadar kesehatannya kurang di banding sendok dari logam(stainless).
Material dasar yang umum digunakan untuk membuat Sendok Makan biasanya adalah Stainless Steel. Mengapa? Stainless steel dapat bertahan dari serangan karat berkat interaksi bahan-bahan campurannya dengan alam. Stainless steel terdiri dari besi, krom, mangan, silikon, karbon dan seringkali nikel and molibdenum dalam jumlah yang cukup banyak.
Elemen-elemen ini bereaksi dengan oksigen yang ada di air dan udara membentuk sebuah lapisan yang sangat tipis dan stabil yang mengandung produk dari proses karat/korosi yaitu metal oksida dan hidroksida. Krom, bereaksi dengan oksigen, memegang peranan penting dalam pembentukan lapisan korosi ini. Pada kenyataannya, semua stainless steel mengandung paling sedikit 10% krom.
Keberadaan lapisan korosi yang tipis ini mencegah proses korosi berikutnya dengan berlaku sebagai tembok yang menghalangi oksigen dan air bersentuhan dengan permukaan logam. Hanya beberapa lapisan atom saja cukup untuk mengurangi kecepatan proses karat selambat mungkin karena lapisan korosi tersebut terbentuk dengan sangat rapat. Lapisan korosi ini lebih tipis dari panjang gelombang cahaya sehingga tidak mungkin untuk melihatnya tanpa bantuan instrumen moderen.
Besi biasa, berbeda dengan stainless steel, permukaannya tidak dilindungi apapun sehingga mudah bereaksi dengan oksigen dan membentuk lapisan Fe2O3 atau hidroksida yang terus menerus bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Lapisan korosi ini makin lama makin menebal dan kita kenal sebagai ‘karat’.
Stainless steel, dapat bertahan ‘stainless’ atau ‘tidak bernoda’ justru karena dilindungi oleh lapisan karat dalam skala atomik. Oleh karena itu, mengapa sendok dibuat dari stainlees steel, karena sendok yang di buat dari stainlees steell tidak mudah terkena korosi dan aman untuk digunakan, tetapi sendok yang berlebihan menggunakan bahan kromium akan berdampak pada kesehatan manusia, karena Logam krom (Cr) salah satu jenis polutan logam berat yang bersifat toksik, dalam tubuh logam krom biasanya berada dalam keadaan sebagai ion Cr3+. Krom dapat menyebabkan kanker paru-paru, kerusakan hati (liver) dan ginjal. Jika kontak dengan kulit menyebabkan iritasi dan jika tertelan dapat menyebabkan sakit perut dan muntah.
Injection Molding
High Efficient PP Spoon Injection Molding
Produksi sendok saat ini menggunakan metode injection molding, proses injection molding merupakan teknik yang sering digunakan dalam pembentukan produk yang berbahan plastik, karena dengan menggunakan metode tersebut bisa membuat bentuk fitur yang sulit untuk dibentuk dibandingkan dibandingkan metode yang lain. Kualitas proses dan produk hasil injection molding dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu bahan baku, mesin dan kondisi molding. Pada level industri, telah disadari bahwa proses injection molding merupakan proses pembentukan yang efektif, efisien dan produktivitas tinggi.
Unit injeksi bertanggung jawab untuk kedua pemanasan dan menyuntikkan bahan ke dalam cetakan. Bagian pertama dari unit ini adalah hopper, sebuah wadah besar tempat penampung bahan baku plastik dituangkan. Hopper memiliki bawah terbuka, yang memungkinkan material untuk memberi makan ke dalam barel. Laras berisi mekanisme untuk pemanasan dan menyuntikkan bahan ke dalam cetakan. Mekanisme ini biasanya disebut scrup reciprocating. Sebuah injektor ram kekuatan material ke depan melalui bagian dipanaskan dengan ram atau plunger yang biasanya hidrolik. Saat ini, teknik yang lebih umum adalah penggunaan scrup reciprocating. Sebuah scrup reciprocating bergerak materi maju oleh kedua berputar dan meluncur secara aksial, yang didukung oleh baik motor hidrolik atau listrik. Materi yang memasuki alur sekrup dari hopper dan maju ke arah cetakan sebagai sekrup berputar. Meskipun canggih, bahan dapat meleleh oleh tekanan, gesekan dan pemanas tambahan yang mengelilingi secrup reciprocating. Plastik cair kemudian disuntikkan ke dalam cetakan sangat cepat melalui nosel di ujung laras oleh penumpukan tekanan dan tindakan maju sekrup. Hal ini tekanan yang meningkat memungkinkan material yang akan dikemas dan menahan paksa dalam cetakan. Setelah bahan ini telah memperkuat dalam cetakan, sekrup dapat menarik kembali dan isi dengan lebih banyak bahan untuk tembakanberikutnya.
2. Unit klem (Clamping)
Sebelum injeksi plastik cair ke dalam cetakan, dua bagian cetakan pertama harus aman ditutup oleh unit klem. Ketika cetakan terpasang pada mesin injection molding, masing-masing setengah adalah tetap ke piring besar, yang disebut sebuah pelat. Setengah bagian depan dari cetakan, disebut rongga cetakan, dipasang ke pelat stasioner dan sejalan dengan nosel dari unit injeksi. Setengah belakang cetakan, yang disebut inti cetakan, dipasang ke pelat bergerak, yang slide sepanjang bar dasi. Motor hidrolik actuates menjepit klem bar yang mendorong pelat bergerak menuju pelat stasioner dan mengerahkan kekuatan yang cukup untuk menjaga aman cetakan tertutup sementara bahan yang disuntikkan dan kemudian mendingin. Setelah waktu pendinginan yang diperlukan, cetakan ini kemudian dibuka oleh motor menjepit. Sebuah sistem ejeksi, yang melekat ke bagian belakang cetakan, yang digerakkan oleh ejektor bar dan mendorong bagian dipadatkan keluar dari rongga terbuka.
3. Unit cetakan (Molding)
Cetakan biasanya terbuat dari baja atau aluminium sebagai perkakas. Cetakan memiliki banyak komponen, tetapi dapat dibagi menjadi dua bagian. Setiap setengah terpasang di dalam mesin injection molding dan setengah belakang diperbolehkan untuk slide sehingga cetakan dapat dibuka dan ditutup sepanjang garis perpisahan cetakan itu. Dua komponen utama dari cetakan adalah inti cetakan dan rongga cetakan. Ketika cetakan ditutup, ruang antara inti cetakan dan rongga cetakan bentuk rongga bagian, yang akan diisi dengan plastik cair untuk membuat bagian yang diinginkan. Beberapa rongga cetakan kadang-kadang digunakan, di mana dua bagian cetakan bentuk rongga beberapa bagian yang identik.
Siklus Produksi
Misalnya :
Proses produksi sendok memiliki kapasitas produksi sebesar 8000 unit/hari dengan ketersediaan mesin injection molding sebanyak 3 unit dengan kemampuan produksi 24 unit/siklus (1 siklus yaitu 10 menit). Berat setiap sendok plastik direncanakan 5,6 gram yang berarti setiap hari dibutuhkan material bijih plastik sebanyak 45 kg. Dengan harga bahan baku bijih plastik polystyrene Rp. 20.000,- maka dibutuhkan biaya pembelian bahan baku sebesar Rp. 900.000.
1. Siklus Fabrikasi
Dalam pengelolaan rutin system produksi dapat diidentifikasikan adanya siklus fabrikasi.
2. Siklus Penjadwalan
Penjadwalan produksi merupakan kegiatan bersifat dinamis dalam artian bahwa kegiatan, penjadwalan bukan merupakan kegiatan sekali jadi tetapi akan mengalami perubahan tergantung pada pelaksanaan dan kemampuan yang dimiliki.
• Penentuan berapa besar dan kapan pemesanan harus dilakukan
.• Struktur biaya persediaan.
a. Biaya per unit (item cost).
b. Biaya penyiapan pemesanan (ordering cost).
Biaya pembuatan perintah pembelian (purchasing order)
Biaya pengiriman pemesanan
Biaya transportasi
Biaya penerimaan (Receiving cost)
Jika diproduksi sendiri maka akan ada biaya penyiapan (set up cost) surat menyurat dan biaya untuk menyiapkan perlengkapan dan peralatan.
c. Biaya pengelolaan persediaan (Carrying cost).
Biaya yang dinyatakan dan dihitung sebesar peluang yang hilang apabila nilai persediaan digunakan untuk investasi (Cost of capital). Biaya yang meliputi biaya gudang, asuransi, dan pajak (Cost of storage). Biaya ini berubah sesuai dengan nilai persediaan.
d. Biaya resiko kerusakan dan kehilangan (Cost of obsolescence, deterioration and loss).
e. Biaya akibat kehabisan persediaan (Stockout cost).Hal-hal yang sangat dipengaruhi oleh tingkat persediaan yaitu :
• Kualitas.
• Kapasitas berlebih.
• Rekayasa Produk.
• Kemampuan merespon pelanggan.
• Harga.
• Tenggang waktu.
• Lembur.
• Profitabilitas keseluruhan.
Sendok yang terbuat dari stainless stell lebih aman penggunaannya dari pada sendok yang terbuat dari plastik, biasanya sendok plastik hanya digunakan sekali dan kemudian dibuang boleh juga disimpan untuk kenang-kenangan, karena sendok yang terbuat dari plastik kadar kesehatannya kurang di banding sendok dari logam (stainless).
Penggunaan kadar kromium pada steinless steell jangan terlalu berlebihan, apalagi stainless yang akan digunakan untuk membuat sendok. Karena Logam krom (Cr) adalah salah satu jenis polutan logam berat yang bersifat toksik, dalam tubuh logam krom biasanya berada dalam keadaan sebagai ion Cr3+. Krom dapat menyebabkan kanker paru-paru, kerusakan hati (liver) dan ginjal. Jika kontak dengan kulit menyebabkan iritasi dan jika tertelan dapat menyebabkan sakit perut dan muntah.
Jadi untuk mutu sendok lebih bagus sendok yang terbuat dari Stainlees steell karena tidak menggangu kesehatan tetapi harga material atau bahan baku lebih mahal dari pada harga plastik.
Kesimpulan
Adapun
kesimpulan yang dapat disampaikan adalah agar siklus fabrikasi sendok berjalan dengan lancar serta efektif dan efisien, peran seluruh bagian sangat
diperlukan. Baik itu bagian pemasaran dan penjualan sebagai dari fungsi menarik
konsumen dan ditribusi produk hingga ke bagian perencanaan dan pengendalian
produksi sebagai dari fungsi proses dan pengawasan. Selain itu kemajuan
teknologi sebagai contoh injection
molding sangat membantu bagian perencanaan dan pengendalian produksi dalam
melakukan perencanaan dan pengawasan produksi.
Saran
Saran
yang dapat disampaikan yaitu mengingat informasi mengenai fabrikasi sendok
plastik masih sangat terbatas, maka kedepannya siklus fabrikasi sendok yang masih bisa diperbaiki dengan informasi yang baik dan memadai.

0 Response to "Tugas Reengineering Sendok"
Post a Comment