TUGAS SISTEM PRODUKSI
Sistem produksi dapat diartikan sebagai kumpulan dari subsistem – subsistem yang saling berinteraksi dengan tujuan mentransformasi input produksi menjadi output produksi subsistem – subsistem dari suatu sistem produksi terdiri dari beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.Perencanaan produksi
2.Pengendalian kualitas hasil produksi
3.Penentuan standar-standar operasi
4.Penentuan fasilitas produksi
5.Penentuan harga pokok produksi.
Tipe Sistem produksi dari berbagai industri dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Proses produksi terus-menerus
Proses produksi terus-menerus adalah proses produksi barang atas dasar aliran produk dari satu operasi ke operasi berikutnya tanpa penumpukan disuatu titik dalam proses. Pada umumnya industri yang cocok dengan tipe ini adalah yang memiliki karakteristik yaitu output direncanakan dalam jumlah besar, variasi atau jenis produk yang dihasilkan rendah dan produk bersifat standar.
2. Proses produksi terputus-putus
3. Proses produksi campuran
Proses produksi ini merupakan penggabungan dari proses produksi terus-menerus dan terputus-putus. Penggabungan ini digunakan berdasarkan kenyataan bahwa setiap perusahaan berusaha untuk memanfaatkan kapasitas secara penuh.
Apa itu Otomasi Sistem Produksi?
Otomasi industri merupakan teknik yang digunakan oleh industri untuk memperkecil biaya produksi dan meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi. Ditinjau darisisi teknologi, Otomasi Industri merupakan integrasi antara teknologi mekatronika, teknologi komputer dan teknologi informasi.
Sistem produksi yang diotomatkan dapat digolongkan ke dalam tiga jenis basis dasar:
1. Otomasi yang ditetapkan/perbaiki (fixed automation)
2. Otomasi programmable
3. Otomasi fleksibel
Fixed automation (otomasi tetap) adalah sistem di mana urutan pengolahan (atau perakitan) operasi ditetapkan oleh susunan peralatan, Operasi di urutan biasanya sederhana. Ini adalah integrasi dan koordinasi dari banyak operasi tersebut ke dalam satu set peralatan yang membuat sistem menjadi rumit.
Fitur khas otomasi tetap adalah :
a. Investasi awal yang tinggi untuk instalasi yang custom-engineered
b. Laju produksi yang tinggi
c. Relatif tidak fleksibel dalam mengakomodasi perubahan produk
Programmable automation (otomasi mampu program), peralatan produksi dirancang dengan kemampuan untuk mengubah urutan operasi untuk mengakomodasi konfigurasi produk yang berbeda. Urutan operasi dikontrol oleh program, yang merupakan satu set instruksi kode sehingga sistem dapat membaca dan menafsirkannya. Program baru dapat disiapkan dan dimasukkan ke peralatan untuk menghasilkan produk baru. Beberapa fitur yang menjadi ciri otomasi mampu program meliputi :
a. Investasi yang tinggi untuk instalasi peralatan multi guna
b. Laju produksi yang relatif rendah dibandingkan fixed otomation
c. Fleksible untuk menghadapi perubahan konfigurasi produk
d. Paling cocok untuk produksi batch
Sistem otomatis yang fleksibel adalah salah satu yang mampu menghasilkan berbagai produk (atau part) dengan hampir tidak ada waktu yang hilang untuk menunggu dari satu produk ke yang berikutnya. Tidak ada waktu produksi hilang saat memprogram ulang sistem dan mengubah setup fisik (perkakas, fixtures, pengaturan mesin). Akibatnya, sistem dapat menghasilkan berbagai kombinasi dan jadwal produk, bukan membutuhkan bahwa mereka dibuat dalam batch terpisah. Fitur otomasi fleksibel dapat diringkas sebagai berikut :
a. Investasi tinggi untuk membuat sistem yang direkayasa secara kustom
b. Produksi yang berkelanjutan bagi berbagai variabel produk
c. Laju produksi medium
d. Fleksibilitas untuk menghadapi variasi desain produk.
Area fungsional di bidang Otomasi Sistem Produksi pada industri dibagi atas :
b. Pemeliharaan dan Perbaikan yaitu meliputi pemeliharaan dan perbaikkan peralatan dan sistem otomasi industri (hard dan software) agar tetap berada pada kondisi sesuai yang dipersyaratkan dari waktu ke waktu.
d. Pengetesan dan Komisioning yaitu fungsi mengetes, mensetup dan mengevaluasi performa peralatan dan sistem otomasi industri (hard dan software) sesuai yang dipersyaratkan dalam perencanaan.
e. Perancangan dan Pembuatan yaitu meliputi fungsi merencanakan dan merealisasikan peralatan dan sistem otomasi industri (hard dan software) sesuai spesifikasi.
B.Programmable controlled (PC/PLC)
C. Automatic Storage and Retrival System (AS/ RS)
D. Robotics Flexible Manufacturing System (FMS)
Konsep JIT merupakan suatu konsep manajemen operasi yang berusaha untuk menghilangkan pemborosan pada semua aspek dari kegiatan-kegiatan produksi perusahaan. Sasaran utama JIT adalah menngkatkan produktivitas system produksi atau opersi dengan cara nenghilangkan semua macam kegiatan yang tidak menembah nilai bagi suatui produk.
Just in Time (JIT) mendasakan pada delapan kunci utama, yaitu
:
- Menghasilakn produk yang sesuai dengan jadwal yang didasarkan pada permintaan.
- Memproduksi dengan jumlah kecil
- Menghilangkan pemborodan
- Memperbaiki aliran produksi
- Menyempurnakan kualitas produk
- Orang-orang yang tanggap
- Menghilangkan ketidak pastian
- Penekananan pada pemeliharaan jangka panjang.
- Waktu set-up pada gudang dapat dikurangi. Dengan pemotongan waktu dan biaya ini akan membuat perusahaan lebih efficient, dan perusahaan dapat lebih fokus untuk perbaikan pada bidang lainnya.
- Aliran barang dari gudang ke produksi akan meningkat. Beberapa pekerja akan fokus pada daerah pekerjaannya untuk bekerja secara cepat.
- Pekerja yang menguasai berbagai keahlian digunakan secara lebih efisien.
- Penjadwalan produk dan jam kerja karyawan akan lebih konsisten.
- Adanya peningkatan hubungan dengan suplyer.
- Persediaan selalu dipertahankan untuk menjaga produkstivitas pekerja dan bisnis akan fokus pada turn over.
- Contoh industri yang menggunakan konsep system produksi lanjutan adalah TOYOTA MOTOR CORPORATION.
Penulis : Lian Arkanullah

0 Response to "TUGAS SISTEM PRODUKSI"
Post a Comment