EKSPEDISI ARUNG JERAM KRUENG TEUNOM DAN TIM PERTAMA DI INDONESIA

Dok. UKM PA LEUSER UNSYIAH
Tebing- tebing tinggi memberikan keunikan tersendiri dan yang membedakan sungai ini dengan sungai-sungai lain yang berada di beberapa tempat, sehingga beberapa kali tim kami di suguhi air terjun indah yang mengalir turun melewati celah-celah tebing itu, kami mesti bersyukur telah melihat langsung dan berkesempatan menjadi tim pertama di Indonesia yang dapat mengarungi Krueng Teunom dengan melewati Jarak 95 km dan tujuh hari menempuh lamanya waktu pengarungan dengan menggunakan perahu karet dari Geumpang Kabupaten Pidie dan berakhir sampai di Desa Sarah Raya, Aceh Jaya. Ekspedisi Arung Jeram Krueng Teunom Mapala Leuser Unsyiah tahun 2010. Krueng (Sungai) Teunom ini merupakan salah satu DAS yang memiliki potensi sumberdaya bagi masyarakat  setempat, karakteristik sungai berarus deras dengan hutan tropis yang masih perawan disepanjang kiri dan kanan bantaran Krueng Teunom (sungai) ini menandakan ada kekayaan alam yang patut kita jaga dari kerusakan, begitu juga terlihat tebing-tebing dengan batuan gampingnya(karst) yang menjulang disaat mengarugi sungai Teunom ini. Tiap kali perahu kami berhasil lolos dari jeram-jeram beruntun tingkat kesulitan III sampai dengan IV adrenalin kami terpacu sendiri, kadang kala membuat hati riang dan senang bahagia yang tiada menentu sambil bersyukur mengucapkan, "Allah maha besar ". Air sungai berwarna putih yang dingin memberikan sensasi dan kesegaran tersendiri ketika kami mengarunginya. Tim pengarungan pada ekspedisi Krueng Teunom ini berjumlah 12 orang yaitu Kamsuddin (LL.310.US), Amrulrazi (LL.313.US), T. Ade Fachlevi (LL.344.US), Aritanoga (L.343.US), Lian Arkanullah (LL.345.US), Ikliludin (LL.346.US), Hermansyah (LL.352.US), Amal Muhaddis (LL.371.US), Arief Maulana (LL.379.US), Azwar (LL.375.US), Pak Anas dan Candra dari perusahaan Boogie. 

Pada saat mengarungi, Tim Ekspedisi krueng Teunom ini harus mewaspadai segala kemungkinan yang akan terjadi dilapangan dengan menyusun perencanaan operasi pengarungan First descent yang sangat matang sehingga dapat meminimalkan risiko yang terjadi, dikarenakan sungai ini dulunya belum ada tim ataupun orang yang pernah melewatinya dengan cara mengarunginya, disini sangat beda perencanaan sungai yang telah pernah diarungi dengan sungai yang belum pernah di arungi, bedanya adalah sungai yang pernah di arungi diperkuat dengan data dari tim yang pernah mengarunginya, sedangkan sungai belum pernah diarungi ini datanya belum ada sehingga dibutuhkan survey lapangan yang akurat dan mendalam sehingga dapat atau bisa di susun perencanaan Operasinya. Kami UKM PA LEUSER UNSYIAH merindukan masyarakat Geumpang dan Sarah Raya, terimakasih kami ucapkan. Semoga kedatangan kami pada tahun 2010 membawa manfaat bagi kita semua, Aceh khususnya. Jagalah Krueng Teunom, Jagalah Kelestariannya semoga sungai ini tetap indah dan bermanfaat bagi kita semua.. Aamiin !


0 Response to "EKSPEDISI ARUNG JERAM KRUENG TEUNOM DAN TIM PERTAMA DI INDONESIA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel